MENGASIHI, karena Allah telah mengasihi kita.

MENGASIHI, karena Allah telah mengasihi kita.
GPPI Sang Sinar
03 April 2026
Blog & Articles

Di sebuah ruang ibadah yang sederhana namun penuh makna, ratusan jemaat berdiri dalam keheningan. Kepala tertunduk, tangan terkatup, dan hati diarahkan pada satu peristiwa yang mengubah sejarah umat manusia: pengorbanan Kristus di kayu salib.

Tanggal 3 April 2026, GPPI Sang Sinar kembali menggelar ibadah Jumat Agung—bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah momen refleksi yang dalam tentang kasih yang tidak bersyarat.

Di tengah suasana yang sakral, firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Leo Pattipeilohy, yang membawa jemaat masuk ke dalam perenungan yang sederhana namun menghantam hati.

Dalam khotbahnya, Pdt. Leo Pattipeilohy mengangkat pesan utama:
“Mengasihi karena Allah telah mengasihi kita”
(Yohanes 3:16)

Dengan gaya penyampaian yang tenang namun penuh kedalaman, ia menekankan tiga kebenaran utama:
Allah mengasihi — kasih tidak dimulai dari manusia, tetapi dari Allah sendiri.
Putra-Nya dianugerahkan — kasih itu nyata, mahal, dan penuh pengorbanan.
Kita perlu mempercayainya — kasih itu harus direspon secara pribadi.

Pesan ini menjadi kontras dengan realita dunia saat ini, di mana kasih sering kali bersyarat. Di mimbar itu ditegaskan bahwa kasih sejati bukan sesuatu yang dikejar, melainkan sesuatu yang telah lebih dahulu diberikan.

Keheningan yang Berbicara

Tidak semua bagian ibadah dipenuhi kata-kata.
Ada momen ketika seluruh ruangan tenggelam dalam keheningan. Jemaat menutup mata, sebagian meneteskan air mata, sebagian lagi larut dalam doa pribadi.

Dalam keheningan itu, firman yang telah disampaikan tidak berhenti di telinga—tetapi turun ke dalam hati.

Puncak ibadah terjadi dalam Perjamuan Kudus.
Dipimpin dengan penuh kekhusyukan, jemaat mengambil bagian dalam roti dan anggur—simbol tubuh dan darah Kristus.

Di momen ini, seluruh jemaat berdiri dalam satu kesadaran yang sama:
bahwa mereka bukan hanya mendengar tentang kasih, tetapi menghidupi dan menerima kasih itu secara pribadi.

Sebuah Panggilan yang Diam Namun Kuat

Ibadah Jumat Agung di GPPI Sang Sinar bukan hanya sebuah peringatan.
Ia adalah panggilan.

Panggilan untuk kembali kepada kasih yang murni.
Panggilan untuk percaya di tengah keraguan.

Dan panggilan untuk mengasihi—bukan dari kekuatan sendiri, tetapi dari kasih yang telah terlebih dahulu diberikan.

Melalui pelayanan dan penyampaian firman oleh Pdt. Leo Pattipeilohy, jemaat diingatkan kembali akan satu kebenaran yang tidak pernah berubah:
Kasih Allah selalu datang lebih dahulu.