About Us
Home - About Us
Sejarah GPPI Sang Sinar
Di akhir bulan Juni 2003 saya meninggalkan Jakarta dan bertolak ke Bali, dan sejak
tanggal 14 Januari 2004 saya dan istri memulai pelayanan di Denpasar Bali, di bawah
naungan Sinode Gereja Protestan Presbiteri Indonesia. Sejak awal, pelayanan ini
hadir dengan Visi "Melayani Allah Melalui Manusia Dengan Seutuhnya". Untuk
mewujudkan visi tersebut misi dari pelayanan ini adalah mengadakan pelayanan Jiwani,
Rohani, dan Jasmani. Kegiatan ibadah diawali disebuah rumah kontrakkan, di bulan
November 2004 pelayanan ibadah Minggu dilakukan dengan meminjam ruko. Di pertengahan
tahun 2005, kegiatan ibadah Minggu mulai berpindah-pindah tempat, mulai dari sebuah
gudang, bahkan dari pantai ke pantai.
Dalam perkembangan selanjutnya, ada satu peristiwa yang tidak terlupakan. Ketika
kami selesai beribadah di pinggir Pantai, salah seorang rombongan jemaat yang kami
layani, Sdr. Yusuf Tamu Ama (Alm), terseret arus ombak hingga merenggut jiwanya.
Pada saat itu selaku gembala perintisan saya tidak tahu apa rencana Tuhan, dan
rasanya inilah pergumulan yang sangat besar yang harus kami alami. Dan saya mulai
tergoda untuk kembali lagi meninggalkan panggilan pelayanan. Akan tetapi dibalik
peristiwa tersebut. Tuhan membentuk Iman, kepribadian, dan mental mulai dari saya
pribadi, pengurus Gereja, dan para Jemaat.
Dari peristiwa yang mengenaskan itu akhirnya menggugah hati salah seorang donatur
untuk mengontrak sebidang tanah dengan ukuran 3,5 Are selama 10 tahun. Setelah
penyewaan tanah dilakukan, dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan tanah tersebut
sempat terbengkalai. Melihat kenyataan tersebut langkah imanpun kami lakukan. Pada
waktu itu di bulan Januari 2007 dengan dana swadaya jemaat, dan juga tenaga jemaat
pembangunan mulai dilakukan, mujizat demi mujizat terjadi. Proses pembangunan Gereja
yang akhirnya pada 28 Oktober 2007 ibadah perdana berlangsung. Tangis haru tak
terbendung karena harapan kami menjadi kenyataan. Sejak saat itu kegiatan ibadah
Minggu sudah dapat menggunakan bangunan tersebut, dan selain digunakan sebagai
Pastori, bangunan inipula untuk Sekretariat Sinode, Bimbingan Belajar, dan juga SMTK
(Sekolah Menengah Teologi Kristen) Presbiteri Bali.