Ibadah Siang GPPI Sang Sinar – Belajar dari Daud dan Salomo, Menjadi Pelaku Firman

Ibadah Siang GPPI Sang Sinar – Belajar dari Daud dan Salomo, Menjadi Pelaku Firman
GPPI Sang Sinar
15 September 2025
Blog & Articles

Denpasar, Berita Sang Sinar – Suasana syukur memenuhi ruang ibadah GPPI Sang Sinar pada Minggu sore, pukul 18.00 WITA, 14 September 2025. Jemaat diajak merenungkan Firman dari Yakobus 1:22–25 dengan tema “Menjadi Pelaku Firman.” Khotbah disampaikan oleh Pdt. Leo Pattipeilohy, M.Th., yang menekankan panggilan penting bagi setiap orang percaya: bukan hanya mendengar, tetapi sungguh-sungguh melakukan Firman Tuhan.

Firman Sebagai Cermin: Daud yang Sadar, Salomo yang Lupa
Poin pertama, Firman sebagai cermin hidup, digambarkan melalui kisah Daud. Ketika Daud ditegur oleh Nabi Natan atas dosanya, ia tidak menyangkal atau lari, tetapi bertobat dengan hati yang hancur. Firman berfungsi sebagai cermin yang menyingkapkan kesalahan dan memulihkan kembali langkahnya.

Sebaliknya, Salomo digambarkan sebagai orang bijaksana yang justru akhirnya melupakan “cermin Firman” itu. Ia kompromi terhadap penyembahan berhala dan kehilangan arah. Firman didengar, tetapi tidak dijalankan.

Firman Sebagai Sumber Anugerah: Tekun Membawa Berkat
Poin kedua, Firman sebagai sumber anugerah, ditekankan dengan kontras dua raja ini. Daud, meski jatuh, tekun kembali mencari Tuhan sehingga hidupnya tetap diberkati dan menjadi saluran berkat bagi bangsanya.

Namun Salomo, yang awalnya menerima hikmat luar biasa, gagal menjaga konsistensi. Ia tahu Firman, tetapi tidak tekun melaksanakannya. Dari sini jemaat diajak untuk tidak sekadar berpengetahuan, melainkan berkomitmen menuruti Firman secara konsisten.

Hidup yang Bersinar: Kesaksian yang Terbuka
Poin ketiga, membawa kita untuk bersinar, menegaskan bahwa dunia menilai bukan dari seberapa sering kita mendengar Firman, tetapi dari buah kehidupan.

Kehidupan Daud, meski penuh jatuh bangun, tetap meninggalkan kesaksian yang terbaca hingga kini: hati yang berkenan di hadapan Tuhan. Sedangkan Salomo, dengan segala kebesarannya, meninggalkan akhir kisah yang redup karena komprominya.

“Hidup kita adalah Injil terbuka,” tegas Pdt. Leo. “Apakah kita akan dikenal seperti Daud yang kembali kepada Tuhan, atau seperti Salomo yang kehilangan arah? Pilihan ada di tangan kita.”

Jemaat Dikuatkan
Pesan yang disampaikan sore itu meneguhkan jemaat untuk menjadikan Firman sebagai pedoman hidup sehari-hari. Tiga poin utama – cermin hidup, sumber anugerah, dan hidup yang bersinar – semakin jelas maknanya ketika dikaitkan dengan perjalanan hidup Daud dan Salomo.

GPPI Sang Sinar menutup ibadah siang dengan doa syukur, mengajak seluruh jemaat agar sungguh-sungguh menjadi pelaku Firman yang memancarkan terang Kristus di tengah dunia.