Ibadah Minggu GPPI Sang Sinar – 15 Maret 2026 "Bertahan Sekalipun Menderita"

Ibadah Minggu GPPI Sang Sinar – 15 Maret 2026
GPPI Sang Sinar
15 March 2026
Blog & Articles

Ibadah Minggu GPPI Sang Sinar – 15 Maret 2026

Pagi itu, Minggu 15 Maret 2026, suasana ruang ibadah GPPI Sang Sinar terasa hangat. Jemaat datang satu per satu. Beberapa keluarga duduk bersama, sementara yang lain saling menyapa dengan senyum dan jabat tangan.

Di depan mimbar, nuansa ibadah berlangsung sederhana namun penuh makna. Lagu-lagu pujian mengalun, membawa jemaat masuk dalam suasana penyembahan yang khusyuk. Di tengah dinamika kehidupan yang tidak selalu mudah, ibadah Minggu menjadi ruang bagi jemaat untuk kembali menata hati di hadapan Tuhan.

Firman Tuhan pada ibadah hari itu disampaikan oleh Pdt. Leonardo Pattipeilohy. Ia mengangkat tema yang dekat dengan realitas kehidupan banyak orang percaya:

“Bertahan Sekalipun Menderita”

(2 Timotius 4:1–8)

Dalam khotbahnya, Pdt. Leonardo menyoroti pesan terakhir Rasul Paulus kepada Timotius. Sebuah pesan yang lahir bukan dari kenyamanan, melainkan dari situasi penderitaan dan penantian menjelang akhir hidup Paulus. Namun justru dari situ lahir sebuah kesaksian iman yang kuat.

“Dalam hidup orang percaya,” ujarnya, “penderitaan bukanlah tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita. Justru sering kali di sanalah kesetiaan kita diuji.”

Ia kemudian mengajak jemaat melihat bagaimana iman dapat tetap bertahan di tengah situasi yang tidak mudah.

1. Tetaplah di dalam kebenaran (ayat 1–5)

Paulus menasihati Timotius untuk terus memberitakan firman Tuhan. Tidak hanya ketika situasi mendukung, tetapi juga ketika keadaan terasa sulit. Kebenaran firman Tuhan menjadi fondasi yang tidak berubah di tengah perubahan dunia.

2. Pahamilah kenyataan dengan dasar kebenaran (ayat 6)

Paulus menyadari hidupnya sedang menuju akhir. Namun ia melihat semuanya dengan perspektif iman. Bagi orang percaya, memahami realitas hidup harus selalu berdasar pada kebenaran firman Tuhan, bukan hanya pada emosi atau keadaan.

3. Milikilah harapan di dalam kebenaran (ayat 7–8)

Paulus menutup pesannya dengan keyakinan: ia telah mengakhiri pertandingan dengan baik. Baginya telah tersedia mahkota kebenaran dari Tuhan. Harapan inilah yang memberi kekuatan bagi orang percaya untuk terus bertahan.

Di akhir ibadah, jemaat saling bersalaman dan berbincang dengan hangat. Bagi banyak orang, pesan firman hari itu menjadi pengingat sederhana namun kuat:

bahwa iman yang sejati bukan hanya terlihat dalam masa-masa baik, tetapi justru diuji ketika seseorang tetap setia di tengah penderitaan.

Ibadah Minggu itu meninggalkan satu pesan yang jelas—
bertahan dalam kebenaran adalah jalan menuju pengharapan yang sejati.