Ibadah Minggu Gppi Sang Sinar
Suasana penuh syukur dan sukacita memenuhi ruang ibadah GPPI Sang Sinar pada Minggu, 28 September 2025. Ibadah yang dimulai pukul 07.30 WITA ini dihadiri oleh jemaat dari berbagai usia yang datang dengan hati penuh kerinduan akan firman Tuhan. Sejak awal, nuansa penyembahan memenuhi ruangan melalui pujian yang dipimpin dengan penuh pengurapan oleh Ibu Sarci Nainatun Bano, membawa jemaat masuk dalam hadirat Tuhan.
Pelayanan firman hari itu disampaikan oleh Pdt. Leo Pattipeilohy, M.Th., dengan tema “Diperbarui oleh Kasih Karunia” yang diambil dari Efesus 2:8–10. Dalam renungannya, Pdt. Leo menegaskan bahwa hidup baru yang dimiliki orang percaya bukanlah hasil usaha manusia, melainkan anugerah semata dari Allah. “Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik kita, tetapi karena kasih karunia-Nya yang besar,” ujarnya, mengingatkan jemaat agar tidak bersandar pada kekuatan sendiri.
Tiga Alasan Mengapa Pembaruan Itu Diperlukan
Mengembangkan pesan dari Rasul Paulus, khotbah hari itu menyoroti tiga alasan utama mengapa setiap orang percaya perlu mengalami pembaruan melalui kasih karunia:
- Kita perlu keselamatan – Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Hanya melalui iman kepada Kristus, anugerah keselamatan dapat diterima.
- Kita perlu diperbarui – Kasih karunia bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga mengubah hati, pikiran, dan arah hidup kita agar semakin serupa dengan Kristus.
- Kita perlu ada dalam rencana-Nya – Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam rancangan Allah yang lebih besar. Pembaruan menjadikan kita siap dipakai sebagai alat-Nya untuk menghadirkan kasih dan kebenaran di dunia.
Ragam Pelayanan yang Menguatkan
Ibadah kali ini semakin terasa hangat dengan kesaksian pujian dari Saudara Anggi yang membawakan lagu “Manis Kau Dengar”. Lagu tersebut menjadi berkat bagi jemaat dan menguatkan iman mereka melalui lirik yang menyentuh hati. Doa syafaat dipimpin oleh Bapak Albert, sementara doa persembahan dilayani oleh Ibu Jurni. Pelayanan persembahan pun dilakukan oleh kaum muda jemaat yang dengan penuh sukacita mengedarkan kantong persembahan.
Hidup dalam Rancangan Tuhan
Pdt. Leo menutup khotbahnya dengan ajakan agar jemaat tidak berhenti pada pengalaman keselamatan saja, tetapi terus bertumbuh dalam pembaruan setiap hari. “Kasih karunia bukan akhir dari perjalanan iman, melainkan awal dari kehidupan baru yang dipimpin oleh Tuhan. Marilah kita berjalan dalam rancangan-Nya,” tegasnya.
Ibadah yang berlangsung hingga pukul 09.00 WITA ini ditutup dengan doa berkat, meninggalkan kesan mendalam di hati jemaat. Pesan utama hari itu jelas: kasih karunia Allah bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga memperbarui dan menuntun hidup kita untuk menjadi bagian dari rencana-Nya yang sempurna.
Diperbarui oleh Kasih Karunia
Minggu, 28 September 2025 | Denpasar