GPPI SANG SINAR MENYERUKAN “BERSINAR DI TENGAH BADAI” DALAM RANGKAIAN IBADAH MINGGU
Denpasar & Tabanan, Bali — 22 Maret 2026
Jemaat GPPI Sang Sinar kembali menggelar rangkaian ibadah Minggu pada 22 Maret 2026 dengan beberapa sesi pelayanan yang tersebar di Denpasar dan Pos PI Tabanan.
Ibadah ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 07.30, 10.00, dan 18.00 WITA di Denpasar, serta satu ibadah tambahan di Pos PI Tabanan pada pukul 09.00 WITA.
Pelayanan firman akan dibawakan oleh Pdt. Leo Pattipeilohy dengan tema:
“Bersinar di Tengah Badai,”
yang diangkat dari 1 Tesalonika 2:17–20.
Pesan Inti: Panggilan untuk Tetap Bersinar
Dalam materi yang telah dipersiapkan, jemaat akan diajak memahami tiga prinsip utama dalam menjalani kehidupan iman:
Memastikan bahwa Tuhan telah menyinari hidup kita
Terang Tuhan menjadi dasar dari setiap langkah kehidupan orang percaya.
Menyadari bahwa sinar-Nya sungguh berarti
Terang itu memberi arah, kekuatan, dan pengharapan di tengah tekanan hidup.
Tetap bersinar dalam situasi apa pun
Iman yang dewasa tercermin dari konsistensi hidup, bukan kondisi yang sedang dihadapi.
Tema ini menekankan bahwa badai kehidupan bukan alasan untuk redup, melainkan kesempatan untuk memancarkan terang Tuhan dengan lebih nyata.
Pelayanan yang Terorganisir dan Menjangkau Lebih Luas
Dengan adanya beberapa sesi ibadah serta pelayanan di Pos PI Tabanan, GPPI Sang Sinar menunjukkan komitmennya dalam menjangkau jemaat secara lebih luas. Pembagian waktu ini juga memberi kesempatan bagi lebih banyak jemaat untuk hadir dan terlibat dalam ibadah.
Seluruh rangkaian ibadah dipersiapkan dengan tertib dan terstruktur, melibatkan tim pelayanan yang mendukung kelancaran liturgi, musik, dan kebutuhan teknis lainnya.
Harapan: Gereja yang Tetap Menjadi Terang
Melalui rangkaian ibadah ini, gereja diharapkan terus menjadi komunitas yang tidak hanya berkumpul, tetapi juga diutus untuk membawa terang di tengah masyarakat.
Pesan “Bersinar di Tengah Badai” menjadi pengingat bahwa dalam setiap musim kehidupan, terang iman harus tetap menyala—menjadi saksi nyata kasih Tuhan di dunia.