GPPI SANG SINAR GELAR IBADAH MINGGU: TETAP MELANGKAH DI TENGAH BADAI
Denpasar, Minggu (26/7/2026) — Jemaat GPPI SANG SINAR kembali berkumpul dalam ibadah Minggu yang berlangsung penuh sukacita dan kehangatan persekutuan. Ibadah diselenggarakan di GPPI SANG SINAR dengan tiga kali pelayanan, yakni pukul 07.30 WITA, 10.00 WITA, dan 18.00 WITA, serta didukung oleh para majelis dan pengurus gereja.
Firman Tuhan pada hari ini disampaikan oleh Pdt. Leonardo Pattipeilohy, M.Th. dengan mengangkat tema "Tetap Melangkah di Tengah Badai", yang diambil dari Efesus 3:14–21. Melalui perikop tersebut, jemaat diajak untuk memahami bahwa badai kehidupan bukanlah alasan untuk berhenti melangkah, melainkan kesempatan untuk semakin mengandalkan Tuhan.
Dalam khotbahnya disampaikan sebuah pertanyaan reflektif, "Bagaimana kita dapat tetap melangkah dan mewujudkan kehendak Tuhan di tengah badai kehidupan?"
Jawaban atas pertanyaan tersebut ditegaskan melalui tiga kebenaran penting yang harus disadari oleh setiap orang percaya, yaitu bahwa kita memiliki Allah yang:
1. Dapat diandalkan, sehingga dalam setiap pergumulan umat Tuhan tidak berjalan sendirian.
2. Penuh kasih, yang senantiasa memelihara, menguatkan, dan menghibur anak-anak-Nya.
3. Terus bekerja dan bertindak bagi umat-Nya, bahkan ketika jalan yang ditempuh terasa sulit dan penuh tantangan.
Suasana ibadah berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Setelah penyampaian firman, jemaat menikmati momen persekutuan yang hangat melalui saling menyapa, berjabat tangan, dan membangun kebersamaan sebagai satu keluarga dalam Kristus.
Selain pelayanan di GPPI SANG SINAR, pelayanan pekabaran Injil juga terus berlangsung di berbagai daerah. Pos PI Tabanan melaksanakan ibadah pukul 09.00 WITA di Gedung Mapindo, Sanggulan, Tabanan, yang dipimpin oleh Bapak Ev. Melky Neno. Sementara itu, Pos PI Yogyakarta melaksanakan ibadah di bawah pimpinan Pdt. Jonatan Sembiring, M.Th.
Melalui rangkaian pelayanan ini, GPPI SANG SINAR terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang berpusat kepada Kristus, membangun iman jemaat, serta memperluas pemberitaan Injil di berbagai wilayah. Kiranya setiap jemaat tetap teguh melangkah bersama Tuhan, sebab di tengah badai kehidupan, Allah tetap setia menyertai, mengasihi, dan bekerja bagi umat-Nya.